Kembali ke Awal

OMRRCA

Kontak

Kesuburan

Metode Billings

Ajar

Informasi

Animasi

English Español Français 中文 Polski 日本語 Hrvatski عربي Việt Русский Српски Nederlands 한글 Português Romānă Indonesia 中文

Kata Pengantar

Pencatatan Harian

Pola Dasar Tidak Subur

Titik Perubahan (Awal Kesuburan)

Fase Luteal

Ovulasi Tertunda- Fase Pra Ovulasi Diperpanjang dan Pola Dasar Tidak Subur

Peraturan Metode Ovulasi Billings

Mengajar Metode Ovulasi Billings

Korelasi antara Peristiwa Fisiologis Siklus Reproduksi Perempuan dan Pengamatan Vulva
Dr E.L.Billings AM, MBBS, DCH (Lond.)

Penterjemehan oleh Margaret F. Hayes FCJ, RN, dan tim Indonesia
This document is available in Adobe PDF format here (649KB).

Kata Pengantar

Pada saat menjelang OVULASI (lepasnya sel telur dari indung telur), lendir leher rahim akan mengalir dari vagina bila perempuan berdiri atau berjalan. Pengamatan lendir dapat dilakukan dengan cara berikut:

  1. Merasakan perubahan rasa pada vulva di sepanjang hari.

  2. Melihat lendir secara langsung pada waktu-waktu tertentu.

Hasil pengamatan ini harus dicatat pada malam harinya. Catatan itu akan menunjukkan pola kesuburan dan pola ketidaksuburan.

POLA SUBUR adalah pola yang terus berubah, sedangkan POLA DASAR TIDAK SUBUR (PDTS) adalah pola yang (sama sekali) tidak berubah. Kedua pola ini mengikuti pola hormon yang mengontrol kelangsungan hidup sperma dan pembuahan, dan dengan demikian akan memberikan informasi yang bisa diandalkan untuk mendapatkan atau menunda kehamilan.

Pertama-tama, perlu diketahui tentang anatomi sistem reproduksi perempuan. Bagian-bagian yang paling pokok diperlihatkan pada Gambar 1:

  1. Rongga rahim tempat bayi akan berkembang di dalamnya selama 9 bulan;

  2. Leher rahim (cervix) memproduksi lendir yang menjaga jawab atas kelangsungan hidup dan kesehatan sel-sel sperma;

  3. Vagina; Kantong-kantong Shaw;

  4. Alat kelamin bagian luar (vulva) yang merasakan lendir ketika mengalir keluar dari vagina;

  5. Kedua indung telur (ovarium) yang mengandung sel-sel telur.  Folikel-folikel (gelembung yang berisi sel telur) dalam indung telur menghasilkan hormon-hormon yang menunjang jawab atas pertumbuhan endometrium dalam proses persiapan kehamilan. Hormon-hormon tersebut tidak hanya mengaktifkan kelenjar-kelenjar leher rahim yang memproduksi lendir, tetapi juga mengakibatkan perubahan-perubahan lain selama siklus yang menyangkut fungsi vagina dan saluran telur.

Back to Top

Syarat-syarat kesuburan adalah sebagai berikut:

  1. Ovulasi yang memuaskan;

  2. Saluran telur yang sehat sehingga memungkinkan pertemuan sel-sel sperma dengan sel telur. Saluran ini akan memberi gizi dan membantu embrio untuk menempuh perjalanan sampai ke rongga rahim dan mengadakan implantasi;

  3. Selaput dinding rahim yang sehat bagi proses implantasi;

  4. Fungsi leher rahim yang memadai untuk menghasilkan lendir yang melancarkan perjalanan sel-sel sperma sehat sampai saluran telur;

  5. Keharmonisan hubungan antara suami-istri yang menunjang pembuahan.

Reproductive Organs

Gambar 1. Organ-organ reproduksi perempuan.


Pencatatan Harian

Pencatatan harian yang berisi hasil-hasil pengamatan yang dilakukan pada vulva sangat menentukan untuk memahami Metode Ovulasi Billings. Pencatatan tanda-tanda yang paling subur yang terlihat sepanjang hari itu dilakukan pada malam harinya. Catatan siklus pertama yang harus segera dimulai biasanya dilakukan selama 2-4 minggu, dan dalam jangka waktu tersebut suami-istri perlu menghindari semua kontak alat kelamin agar hasil pengamatan mereka tidak keliru dengan sekresi yang ditimbulkan oleh hubungan seksual atau kontak alat kelamin.

Hasil pencatatan ini menjadi informasi bagi suami dan memberi kesempatan kepada suami-istri untuk berkomunikasi serta mengambil keputusan bersama untuk melakukan hubungan seksual atau tidak. Pemeriksaan bagian dalam vagina tidak boleh dilakukan karena dapat menimbulkan kebingungan. Untuk mencatat hasil pengamatan, digunakan stiker-stiker berwarna atau simbol-simbol, dan dibawah setiap stiker tersebut (jika perempuan tersebut tidak buta hruf), dituliskan satu atau dua kata yang menjelaskan rasa pada vulva dan sifat lendir.

Sebuah pertanyaan untuk membantu perempuan yang merasa kebingungan adalah bagaimana dia mengetahui awal haid (menstruasi). Dia pasti segera mengakui bahwa dia merasa basah dan melihat pendarahan pada vulva. Peristiwa ini dicatat dengan stiker warna merah atau simbol (Gambar 2).

Sama dengan pencatatan pada masa menstruasi, pada hari-hari selanjutnya semua pengamatan tentang rasa pada vulva dan sifat lendir juga dicatat. Pada hari-hari berikutnya, seorang perempuan dengan mudah akan mengenali pola kesuburan dan ketidaksuburan sesuai dengan pola lendirnya sendiri.

Gambar 2. Menstruasi dicatat dengan stiker merah atau simbol .

Stiker

                 

Simbol

                 

Rasa
Sifat
Lendir

basah

basah

basah

lengket

kering

                 

Back to Top

Setelah menstruasi, leher rahim akan tertutup oleh gumpalan lendir kental dan pekat yang berfungsi mencegah perjalanan sel-sel sperma memasuki leher rahim serta berfungsi melindungi tubuh dari infeksi. Sel-sel sperma yang masih berada dalam vagina segera akan kehilangan kemampuan untuk membuahi sel telur dan dihancurkan oleh sel-sel di sekelilingnya.

Pada tahap ini, kedua indung telur beristirahat. Tidak ada sesuatu yang mengalir dari leher rahim, dan vulva terasa kering. Tidak ada yang dirasakan dan tidak ada yang tampak. Pengamatan ini dicatat dengan stiker warna hijau polos atau simbol (Gambar 3).

Gambar 3.- Pola Dasar Tidak Subur (PDTS). Keadaan kering pada vulva. Sel-sel sperma tidak mungkin memasuki rahim karena leher rahim tertutup oleh gumpalan lendir yang kental dan pekat

Stiker

 

 

 

 

Simbol

 

 

 

 

Rasa
Sifat
Lendir

basah

basah

basah

lengket

kering

kering

kering

kering

kering

kering

 

 

 

 

Setelah hubungan seksual, mengalir cairan sperma dari dalam vagina yang dapat berlangsung sampai 24 jam dan vulva terasa basah. Cairan sperma itu tidak lagi mengandung sel-sel sperma yang masih hidup. Bila leher rahim mencegah sel-sel sperma memasuki rahim, maka sel-sel sperma itu akan dihancurkan dalam vagina setelah 1 atau 2 jam.

next page

© Riset Metode Ovulasi & Pusat Referensi Australia 2005